Baku Mutu

Mutu manajemen yang ditingkatkan meliputi manajemen akademik dan administratif. Manajemen akademik meliputi intensifikasi peran dosen Pembimbing Akademik dan layanan administrasi program studi.

  1. Peningkatan mutu program studi pendidikan Kewarganegaraan dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh ketua program studi dengan penekanan pada tata kelola.
  2. Tugas tim dan ketua program studi adalah mengecek relevansi materi ajar dengan RPS, mengecek proses belajar mengajar, mengecek hasil proses belajar mengajar, dan lain-lain.
  3. Senantiasa melaksanakan akreditasi dan reakreditasi yang berpedoman pada aturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) serta perundang-undangan yang berlaku.
  4. Upaya peningkatan mutu lulusan:

Peningkatan mutu lulusan, selain dilakukan melalui peningkatan kualitas perkuliahan, ketrampilan dan kemampuan mahasiswa dalam berorganisasi, berbahasa Inggris, komunikasi ilmiah, soft-skill, wirausaha dan sebagainya.

  1. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pembelajaran secara berkala.
  2. Peninjauan kurikulum secara berkala.
  3. Meningkatkan kualitas pembelajaran.
  4. Memanfaatkan teknologi informasi dalam pengajaran.
  5. Mendatangkan dosen tamu/pakar.
  6. Menindaklanjuti masukan dari pengguna lulusan.
  7. Memberikan kuliah tambahan pada mata kuliah tertentu sebagai salah

 Satu kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah lulus.

Terbangunnya keselarasan antara tuntutan pengguna lulusan dengan materi yang ada dalam kurikulum program studi pendidikan Kewarganegaraan, diharapkan lulusan program studi Pendidikan Kewarganegaraan, memiliki rata-rata IPK ≥ 3,00 sampai maksimal 3,80. Masa tunggu lulusan memperoleh pekerjaan 3 bulan, terserapnya lulusan diberbagai instansi pemerintah dan swasta, serta meningkatnya kepuasan pengguna terhadap kinerja lulusan.